Satgas Yonif 122/Tombak Sakti dan Warga Kalimo Lestarikan Tradisi Tokok Sagu

    Satgas Yonif 122/Tombak Sakti dan Warga Kalimo Lestarikan Tradisi Tokok Sagu
    Prajurit Pos Waris Satgas Swasembada Yonif 122/Tombak Sakti bersama masyarakat Kampung Kalimo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, bergotong royong mengolah sagu secara tradisional melalui proses tokok sagu, Rabu (16/9/2026).

    KEEROM - Tradisi pengolahan sagu menjadi ruang kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat Kampung Kalimo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Personel Pos Waris Satgas Swasembada Yonif 122/Tombak Sakti Koops TNI Habema bersama warga bergotong royong membuat makanan tradisional tokok sagu, Rabu (16/9/2026).

    Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat sekaligus mengenal serta menjaga kearifan lokal Papua yang masih dipraktikkan warga di wilayah perbatasan.

    Prajurit dan masyarakat bekerja bersama mengolah empulur batang sagu. Tahapannya dilakukan mulai dari memukul empulur, mencuci bahan, hingga mengayak hasil olahan untuk mendapatkan tepung sagu.

    Tokok sagu merupakan salah satu cara tradisional masyarakat Papua dalam mengolah batang sagu menjadi tepung yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Tradisi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di wilayah yang menjadikan sagu sebagai salah satu sumber makanan.

    Danpos Waris, Lettu Mara Joni Harahap, mengatakan keterlibatan prajurit dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap tradisi masyarakat setempat.

    “Melalui gotong royong tokok sagu ini kami ingin hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga masyarakat. Kebersamaan seperti ini yang akan memperkuat hubungan TNI dengan rakyat, ” ujarnya.

    Bagi warga, kehadiran prajurit dalam proses pengolahan sagu membuat pekerjaan dilakukan secara bersama-sama. Salah seorang warga mengaku senang dapat bekerja bersama personel TNI dalam suasana yang akrab.

    “Kami senang Bapak TNI mau ikut kerja sama kami. Jadi terasa lebih ringan dan lebih akrab, ” ucapnya.

    Interaksi tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Tidak hanya mempertemukan prajurit dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, kegiatan tokok sagu juga menjadi kesempatan bagi personel Satgas untuk memahami lebih dekat kehidupan dan kebiasaan warga di wilayah perbatasan.

    Gotong royong menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Prajurit dan warga berbagi tugas sesuai tahapan pengolahan sagu, sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara bersama-sama.

    Melalui kegiatan sederhana di Kampung Kalimo, Satgas Swasembada Yonif 122/Tombak Sakti turut mendukung keberlanjutan tradisi lokal. Kebersamaan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan hubungan sosial antara TNI dengan masyarakat di Distrik Waris.

    (PenYonif 122/TS)

    yonif122tombaksakti satgasyonif122 koopstnihabema keerom kampungkalimo distrikwaris papua papuaperbatasan tokoksagu sagupapua budayapapua kearifanlokal gotongroyong komsos tni tnihumanis lestarikanbudaya beritapapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 407/PK Rajut Persaudaraan di...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 641/Beruang Pasang Lampu Jalan,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Karhutla TNI Kawal Penyaluran Bantuan Korporasi untuk Desa Terdampak di Melawi
    Satgas Yonif 122/Tombak Sakti dan Warga Kalimo Lestarikan Tradisi Tokok Sagu
    Satgas Yonif 641/Beruang Pasang Lampu Jalan, Warga Kalimao Kini Lebih Terang
    Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku
    Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah

    Ikuti Kami