KEEROM - Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di wilayah perbatasan Papua. Satgas Yonif 121/MK menggelar rangkaian kegiatan bersama masyarakat di Distrik Waris, Web, dan Yaffi, Kabupaten Keerom, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan diisi dengan upacara bendera dan berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat setempat. Anak-anak hingga orang dewasa ikut berbaur bersama prajurit dalam suasana penuh keceriaan dan kebersamaan.
Sejumlah perlombaan berlangsung meriah. Sorak-sorai warga dan semangat peserta membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin hidup di kawasan perbatasan.
Bagi Satgas Yonif 121/MK, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Momentum HUT RI dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat sekaligus menanamkan nilai persatuan, gotong royong dan sportivitas.
Komandan Satgas Yonif 121/MK Letkol Inf Widhitama Dwi Candra mengatakan peringatan kemerdekaan harus memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial.
“Peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan perlombaan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menanamkan semangat juang, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air. Kami ingin semangat Merah Putih terus tumbuh di tengah masyarakat perbatasan, ” ujar Widhitama.
Anak-anak Perbatasan Ikut Meriahkan Kemerdekaan
Antusiasme masyarakat terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai. Anak-anak dan orang dewasa mengikuti berbagai perlombaan dengan penuh semangat.
Selain menciptakan suasana hiburan, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi antara prajurit dan masyarakat. Nilai sportivitas dan kebersamaan juga menjadi bagian yang ditekankan selama perlombaan.
Kehadiran anak-anak dalam kegiatan kemerdekaan turut menjadi perhatian. Satgas Yonif 121/MK mendorong generasi muda di wilayah perbatasan untuk mengenal nilai nasionalisme melalui kegiatan yang positif dan membangun.
Merah Putih Berkibar di Tapal Batas
Perayaan HUT ke-81 RI di Distrik Waris, Web dan Yaffi menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan terus hidup hingga kawasan perbatasan Papua.
Bagi masyarakat, kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran Merah Putih. Persatuan, gotong royong dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial di wilayah perbatasan.
Dari tapal batas Keerom, semangat Merah Putih kembali ditegaskan: berbeda daerah, satu bangsa; berbeda latar belakang, satu Indonesia.
(PERS)
