Satgas Yonif 121 MK dan Warga Keerom: Merajut Kebersamaan Lewat Noken Papua

    Satgas Yonif 121 MK dan Warga Keerom: Merajut Kebersamaan Lewat Noken Papua
    Suasana hangat penuh keakraban terlihat di Kampung Tuali, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, saat personel Yonif 121 MK bersama masyarakat duduk melingkar menenun noken, Minggu (17/5/2026).

    KEEROM - Suasana kehangatan menyelimuti Kampung Tuali, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, pada Minggu (17/5/2026). Di sana, prajurit Satgas Yonif 121 MK bersama warga duduk bersila, jemari mereka lincah merajut benang demi benang noken. Kegiatan sederhana ini bukan sekadar aktivitas kerajinan, melainkan wujud nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya Papua yang kaya.

    Di bawah teduhnya suasana kampung, Mama Bety, seorang pengrajin noken berpengalaman, dengan sabar membimbing para anggota Satgas Pos Tuali dan warga. Setiap helai benang yang teranyam menyimpan cerita tentang kehidupan, ikatan persaudaraan, dan nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Papua.

    Bagi masyarakat Papua, noken lebih dari sekadar tas tradisional. Ia adalah cerminan kerja keras, simbol kehidupan, perekat persatuan, dan lambang kedamaian. Oleh karena itu, tradisi menenun noken dijaga ketat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya mereka.

    Pelda Heri, salah satu personel Satgas, mengungkapkan betapa berharganya pengalaman ini. "Kegiatan ini mengajarkan kami arti kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya lokal. Dari proses menenun noken, kami belajar tentang kesabaran, kerja keras, dan kehidupan masyarakat Papua, " ujarnya penuh rasa syukur.

    Interaksi hangat antara prajurit dan warga menciptakan aura kekeluargaan yang kental. Tawa riang dan obrolan santai menjadi saksi bisu harmonisnya hubungan antara Satgas dan masyarakat di wilayah perbatasan Papua.

    Lebih dari sekadar tugas pengamanan, kegiatan budaya ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang gencar dilakukan Satgas Koops TNI Habema. Tujuannya, untuk membangun hubungan yang erat dan harmonis dengan masyarakat, sekaligus aktif mendukung pelestarian budaya lokal di daerah penugasan.

    Masyarakat Kampung Tuali menyimpan harapan besar agar kegiatan serupa terus digalakkan. Mereka ingin generasi muda penerus tetap mencintai budaya Papua, khususnya tradisi menenun noken yang merupakan warisan berharga dari para leluhur.

    Selama tangan-tangan Mama Papua terus menenun noken, nilai persaudaraan, budaya, dan kedamaian diyakini akan senantiasa hidup dan berkembang di Tanah Papua. Dari aktivitas sederhana inilah, tumbuh harapan akan masa depan Papua yang lebih aman, harmonis, dan penuh kebersamaan.

    (PERS)

    nokenpapua yonif121mk koopshabema keerom papua budayapapua papuanews
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 121/MK dan Warga Papua Bersih-Bersih...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ketua Persit Cabang XVI Kodim 1707/Merauke: Kebersamaan dan Keharmonisan Keluarga Jadi Kekuatan Utama Persit
    Insiden Ledakan di Luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Intan Jaya
    Serentak di Papua, Panen Raya Jagung Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan
    Launching Koperasi Merah Putih se-Indonesia, Kodim Jayapura Siap Kawal Penguatan Ekonomi Kerakyatan
    Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bersama Warga Kompak Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

    Ikuti Kami