Satgas Yonif 121/MK dan Warga Papua Bersih-Bersih Gereja Santo Paulus

    Satgas Yonif 121/MK dan Warga Papua Bersih-Bersih Gereja Santo Paulus
    Prajurit TNI Satgas Pamtas RI–PNG Statis Yonif 121/Macan Kumbang (MK) Koops TNI Habema dan masyarakat bahu-membahu menciptakan lingkungan rumah ibadah yang bersih, nyaman, dan penuh kedamaian, Sabtu (16/5/2026).

    KEEROM - Di tengah denyut kehidupan perbatasan Indonesia-Papua Nugini, sebuah pemandangan haru terhampar di Kampung Bompay, Distrik Waris, Kabupaten Keerom. Personel Satgas Pamtas RI–PNG Statis Yonif 121/Macan Kumbang (MK) Koops TNI Habema tak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan, namun juga sebagai tetangga yang peduli. Bersama warga Kampung Bompay, mereka bahu-membahu menyulap Gereja Katolik Santo Paulus menjadi lebih asri dan nyaman. Aksi nyata ini, yang digelar pada Sabtu (16/5/2026), bukan sekadar bersih-bersih biasa, melainkan sebuah simfoni kebersamaan yang mengukir senyum dan harapan.

    Dipimpin langsung oleh Danpos Bompay, Lettu Inf Doni Ramadhan, semangat gotong royong membuncah. Dari dinding yang dicat ulang hingga halaman yang dirapikan, setiap sudut gereja disentuh dengan penuh kasih. Senyum merekah saat prajurit TNI dan warga bekerja berdampingan, menghapus batas-batas sosial dan mempererat tali persaudaraan yang telah terjalin erat di tanah perbatasan yang damai ini.

    "Kegiatan ini lebih dari sekadar kerja bakti. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, menyentuh langsung kebutuhan dan hati masyarakat, " ujar Lettu Inf Doni Ramadhan, memandang lingkungan gereja yang kini kian menawan.

    Ia menambahkan, kehadiran Satgas Yonif 121/MK di wilayah perbatasan bukan hanya soal keamanan. Komitmen mereka adalah menebar manfaat positif melalui aksi sosial yang menyentuh.

    "Kami ingin mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Rumah ibadah adalah jantung kehidupan warga, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya tetap bersih dan nyaman, " tuturnya.

    Lettu Inf Doni Ramadhan berharap, semangat kebersamaan ini terus menyala, menciptakan suasana damai, harmonis, dan penuh kepedulian di tengah masyarakat perbatasan.

    Antusiasme warga Kampung Bompay menyambut hangat kepedulian para prajurit. Mereka merasa terbantu dan terinspirasi oleh kehadiran TNI yang turut menjaga fasilitas umum dan rumah ibadah.

    "Kami merasa bangga dan senang karena bapak-bapak TNI selalu hadir membantu masyarakat. Kebersamaan seperti ini membuat hubungan warga dan TNI semakin dekat, " ungkap Yapet Telenggen, salah seorang tokoh masyarakat setempat, dengan mata berbinar.

    Aksi bersih-bersih Gereja Santo Paulus ini menjadi bukti nyata bahwa kedamaian dan keharmonisan di wilayah perbatasan adalah buah manis dari kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu antara Tentara Nasional Indonesia dan masyarakatnya.

    (PERS)

    tni papua perbatasan ri-png satgas pamtas kebersamaan warga toleransi beragama gotong royong pembangunan sosial papuanews
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Satgas Yonif 121/Macan Kumbang Bangkitkan...

    Artikel Berikutnya

    Satgas Yonif 121 MK dan Warga Keerom: Merajut...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ketua Persit Cabang XVI Kodim 1707/Merauke: Kebersamaan dan Keharmonisan Keluarga Jadi Kekuatan Utama Persit
    Insiden Ledakan di Luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Intan Jaya
    Serentak di Papua, Panen Raya Jagung Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan
    Launching Koperasi Merah Putih se-Indonesia, Kodim Jayapura Siap Kawal Penguatan Ekonomi Kerakyatan
    Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bersama Warga Kompak Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

    Ikuti Kami