KEEROM - Upaya mencegah stunting di wilayah pedalaman terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Satgas Swasembada Yonif 407/Padmakusuma (PK) Pos Kotis bersama Tim 4 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Puskesmas Senggi menggelar penyuluhan stunting dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Jum'at (11/09/2026).
Kegiatan tersebut menyasar kader kesehatan dan masyarakat. Materi yang diberikan mencakup pemenuhan gizi seimbang, pola asuh, kebersihan diri, sanitasi air bersih, hingga pemantauan tumbuh kembang balita.
Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Edukasi juga diarahkan agar kader kesehatan mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada keluarga di lingkungan masing-masing.
Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot UNDIP, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, S.T.P., M.Si., mengatakan pencegahan stunting membutuhkan perhatian terhadap asupan gizi sekaligus pola pendampingan anak.
“Pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pemenuhan nutrisi harian, tetapi juga pemahaman kader kesehatan dalam mendampingi para ibu secara berkelanjutan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi kesehatan anak-anak di Senggi, ” ujar Prof. Diana.
Dari Puskesmas Senggi, Antonius Hamong, A.Md.Kep., menekankan pentingnya penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan dinilai penting untuk membantu mencegah penyakit infeksi berulang yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan anak.
Sementara dari Satgas Swasembada Yonif 407/PK Pos Kotis, kegiatan dipimpin Kapten Inf Tukiran bersama Dokter Satgas Lettu Ckm dr. Victoria. Dalam penyuluhan, dr. Victoria memberikan penjelasan mengenai kebersihan diri, sanitasi air bersih, serta pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
“TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga siap hadir membantu peningkatan kebersihan dan pemenuhan akses kesehatan masyarakat. Sinergi bersama akademisi dan puskesmas ini merupakan bentuk kemunggalan TNI dengan rakyat, ” tegas Lettu Ckm dr. Victoria.
Penyuluhan tersebut memberikan bekal praktis kepada kader dan warga untuk mengenali pentingnya gizi seimbang serta kebiasaan hidup sehat. Pengetahuan itu diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah maupun lingkungan masyarakat.
Sinergi Satgas Yonif 407/PK, UNDIP, dan Puskesmas Senggi menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan turut mendukung tumbuhnya generasi Keerom yang sehat, cerdas, dan tangguh.
(Yonif 407/PK)

Updates.